Surat ini ku tulis untuk seseorang yang kusebut sahabat.
Lebih dari sekedar teman biasa, dia lebih dekat dari itu.
Wahai sahabat
ku tulis ini bukan berarti aku tak berani berkata jujur, namun aku ingin engkau tahu aku orang yang tahu diri.
Wahai sahabat
tahukah kau ? betapa aku ingin menjadi lebih dari sekedar sahabat, tanpa ku katakan, mungkin kau sudah mengerti.
Ya, aku melihatmu seperti kumbang yang menarik perhatian mawar.
Tapi, kumbang itu hinggap di bunga yang lain. Maka dari itu sahabat, aku sembunyi di balik merahnya warnaku.
Wahai sahabatku
aku menyuratimu untukmenungkapkan ini karena berkata langsung adalah aib.
Setelah ini, aku tak berharap apa-apa, meski setelah itu tak ada sahabat.
Wahai sahabat, atau sudah tak lagi ?
Anggap cerita kita adalah dongeng.
Biar jadi cerita sebelum tidur, lalu dilupakan saat terbangun.
Jalanilah hidup dengan baik bersamanya, biar ku tenang mencari yang lain.
Bukan berarti pula, kita tak bisa bertemu di satu simpang nanti, maka ingatlah aku sebagai dongeng itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar