Kembali pada cerita lama tentang jatuh cinta itu...
Bingung harus berkata apa dan berbuat apa lagi. Dia yang sering kuceritakan, dia yang selalu membuatku tenang, dia yang membuatku merasakan jatuh cinta, dan dia yang ternyata masih mencintai mantannya. Siang tadi, ketika aku dan dia bertemu di kampus kebanggaan kami dulu, kami membicarakan peluang bisnis dan semacamnya yang bisa menghasilkan uang sebagai mata pencaharian yang layak. Aku lama menunggu di pelataran depan ruang dosen, beberapa kali disapa oleh adik-adik tingkatku dulu dan beberapa yang kukenal. Aku sedang menunggu dirinya, yang katanya sedang dalam perjalanan. Ketika dia datang, dia langsung menarik tanganku untuk meminta pendapat mengenai surat pengantar yang dibawanya untuk kaprodi di sana, dia berencana membawa anak-anak muridnya berkunjung ke kampus untuk belajar berdiskusi ala mahasiswa. Saat itu, aku merasa waktu cepat sekali, setelah ngobrol pendek dan cepat, dia minta izin pergi lagi dan kami harus menunggu diskusi sampai dia kembali.
Lama aku menunggu sendiri, sedang teman yang lain pun belum datang, maka aku hanya bersungut sendiri di pelataran itu. Beberapa kali mencoba mencari bacaan atau hal yang bisa dilakukan selama menunggu, tidak lama temanku datang, Nana namanya. Untung saja dia datang, jadi aku ada teman ngobrol dan memulai diskusi kecil. Lama berselang, dia datang, tapi tunggu ! dia tidak sendiri. Ternyata dia datang bersama mantannya, dan ternyata atas pengakuannya, dia terlambat karena harus menjemput mantannya itu. Artinya, tidak perlu berfikir lama untuk menebak apa yang terjadi selanjutnya.
Kawan, seandainya aku mengatakan perasaan ini padanya, betapa tidak persahabatan ini akan menjadi canggung dan tanggung. Kalau ini hanya cinta bertepuk sebelah tangan, mungkin inilah akhirnya. Aku tidak akan berharap banyak, tapi butuh waktu untuk membenarkan perasaan ini atas kenyataan dan mencoba kembali ke titik aman, menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Selama dua bulan bersamanya akan ku gunakan sebagai alur cerita sebuah drama saja, bersandiwara di dalamnya.
Sampai jumpa pada kelanjutan kisah cinta ini ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar