Jumat, 29 Agustus 2014

LANJUT...

 Ini adalah kelanjutan kisah jatuh cinta.
Setelah pertemuan terakhir dengannya, waktu demi waktu terlewati begitu saja sambil menata hati dari awal. Ternyata setelah menikmati kesendirian dan bertemu teman baru, hati ini bisa teratasi. Tapi, jeda 8 bulan menghentikan komunikasi dengannya hanya spasi belaka. Deringan handphone hitam milikku memunculkan namanya, ragu hati ini mengangkatnya, takut kalau perasaan itu datang lagi tanpa balasan, tapi kutepis saja. Ah, mungkin ini penting, maka dari itu dia menelpon. Kuangkat telpon darinya "Assalamualaikum" kalimat pertamaku, ia lalu menjawabnya dengan panjang lebar.Tanpa diperintah bibir ini tersenyum penuh makna mendengar dia meminta bantuanku lagi. Sama seperti sebelumnya, aku pertimbangkan lagi hati ini, membantunya lagi atau menolak saja, tapi jika kutolak, apa alasanku ? Akhirnya hanya kata "Ya" yang bisa ke luar dari mulut ini, sambil menungguku memberi jawaban dia terus memohon, bahkan memberikanku bintang harapan "Ke mana pun kamu mau pergi saya antar, asalkan kamu mau bantu saya", begitu pentingkah bantuanku sehingga dia berkata seperti itu ?. Jelas ini adalah kesempatan dekat dengannya, tapi sayang hanya sebatas sahabat, ya sahabat yang berkilau di mataku.
Percakapan itu cukup alot, aku tarik ulur perjanjian itu karena aku tahu diri dan tak mau hanya menjadi spasi dalam hubungannya dengan pacarnya. Aku pun melepas semua atribut tentang perasaanku, ku terima tawarannya dengan memberi batasan pada diriku tentang semua ini, batasan yang orang lain pun tahu apa itu. Kita lihat saja apa yang terjadi selanjutnya, sementara aku menjalani hari-hari berikutnya bersama dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KSB 2019